Cara Baik dan Benar Saat Menyusui

Ibu menyusui agaknya jangan sembarangan memberikan air susunya kepada si buah hati. Apa sebab, jika tidak tepat, baik itu waktu dan caranya, bisa berakibat fatal bagi kelangsungan hidup si bayi. Jika tepat, banyak juga manfaat yang didapat. Salah satu manfaat terbesar ialah, menjaga pondasi kehidupan. Dimana sang anak yang disusui terhindar dari stunting dan malnutrisi, serta memutus rantai kemiskinan untuk generasi Indonesia genius.

“Itu untuk si anak. Untuk si ibu juga banyak manfaatnya. Seperti membantu bonding dan perkembangan, membantu menunda kehamilan baru dan melindungi kesehatan ibu. Keunggulan lainnya biaya lebih rendah dibanding asupan buatan dan tersedia kapan saja,” kata Dirut RSUD Lubuk Sikaping, Yong Marzuhaili saat membuka kegiatan peringati pekan ASI Dunia 2018 yang dihadiri puluhan ibu-ibu di RSUD Lubuk Sikaping, Rabu (8/8).

Dalam kegiatan itu disimpulkan, cara menyusui yang benar adalah dengan mengatur posisi ibu untuk senyaman mungkin dan rileks. Setelah posisi ibu nyaman, gendong dan pegang kepala bayi, beri rangsangan pada daerah bibir bawah bayi dengan menggunakan puting susu ibu. Bayi akan mulai menggunakan lidahnya untuk mengisap ASI. Biarkan bayi mengatur sendiri seberapa cepat ia akan makan. Perlu diingat, tidak ada batasan waktu pasti saat menyusui.

“Kapan harus mulai berpindah payudara, si Ibu dapat merasakan payudara akan menjadi lunak setelah bayi menyusu di satu payudara. Tindakan menyusui secara bergantian dapat mencegah payudara yang belum dipakai menjadi nyeri. Setelah bayi anda kenyang, tepuklah pelan-pelan di sekitar punggung bayi, biarkan bayi mengeluarkan sendawa,” tutup Rita Arrianty, anggota Ikatan Dokter Anak Indonesia Cabang Sumatera Barat yang menjadi narasumber dalam kegiatan itu.